Tertarik menikmati pemandangan sabana yang luas dengan warna kecoklatan seperti latar di film tidak perlu jauh-jauh ke Afrika, sebab di Indonesia sendiri memiliki Sumba dengan pesona Afrika yang berada di Asia. Sebenarnya masih banyak keunggulan kemiripan lain antara Sumba dan Afrika, salah satunya masih banyak hewan yang akan ditemui ketika berjalan di sabana.

Pemandangan fantatis ini akan mengingatkan pada film-film yang bernuansa Afrika yang menampilkan keeksotisan alam dan budayanya. Meskipun keduanya memiliki potensi yang sama, Sumba memiliki daya tarik yang lebih karena jarak antar pesona alam yang beragam tidak terlalu jauh dan aksesnya tidak begitu sulit dibandingkan beberapa potensi yang dimiliki Afrika.

Sumba Afrikanya Asia

Keunggulan Sumba

Sumba jelas sudah tidak asing bagi Anda yang suka mencari tahu tentang tempat wisata di Indonesia, hanya saja pasti muncul keragu-raguan di benak Anda mengenai Sumba. Sesungguhnya keraguan itu tidak diperlukan, sebab Sumba tidak hanya sabana yang di musim kemarau akan bewarna kecoklatan seperti di Afrika, dan hijau segar ketika musim hujan sudah di mulai.

Kemiripan lain yang sama dengan Afrika, Sumba juga memiliki hutan yang menyimpan berjuta spesies flora dan fauna. Apalagi di balik rimbunan hutan Sumba memiliki banyak air terjun yang indah dan bening. Asyiknya lagi, karena letak Sumba yang berdekatan dengan Australia memperkaya jenis flora dan fauna yang mungkin di Afrika malah tidak ada.

Untuk akses transportasi pun di Sumba sudah sangat mudah, dari jalur udara sudah memadahi dan darat pun sudah banyak tersedia travel yang bisa dimanfaatkan. Sampai di Sumba pasti Anda akan disambut keramahan masyarakatnya yang kaya akan budaya. Akses mudah dan harga lebih terjangkau akan memudahkan Anda mencicipi suasana bak di Afrika.

Keeksotisan Sumba
Habisakan seminggu di Sumba, Anda akan disuguh banyak potensi wisata alam yang tiada duanya. Anda bisa menikmati bebukitan sabana, mengunjungi taman nasional, berenang di air terjun yang jernih, bermain di pantai eksotis, serta bisa juga berfoto ria menggunakan pakaian adat sambil menunggang kuda. Apalagi keesotisan lainnya? Masih banyak, mungkin beberapa belum Anda ketahui.

Bunga Sakura
Pasti Anda bingung, kok bisa di Sumba ada bunga sakura seperti Jepang. Warna merah muda keputihan siap menyambut di puncak musim kemarau. Mirip dengan sakura, sebenarnya bunga yang tumbuh di Sumba ini memiliki namanya sendiri yaitu bunga Konjil dengan nama latin Cassia Javanica.

Bunga Konjil akan dijumpai di mana-mana, membuat mata Anda takjub dengan kontras yang dibuatnya. Padang sabana yang luas dengan warna kering, berseling dengan warna merah muda putih segar dari bunga Konjil. Berbadu dengan suasana alam yang tenang, pasti akan membuat betah para penikmatnya.

Hamparan Ilalang
Pada umumnya memang ilalang mudah sekali tumbuh di sabana, begitupun di Sumba. Hamparan ilalang siap Anda jadikan sebagai latar foto yang eksotis, hamparannya yang cukup luas mengikuti kontur tanah yang berbukit-bukit menjadikannya salah satu lokasi paling instagramable.

Peninggalan Megalitikum
Sudah disinggung perihal masyarakat Sumba yang kaya akan budaya, karena konsisten mereka yang menjaga dengan baik apa yang sudah ditinggalkan leluhur, salah satunya batu megalitik. Setiap perkampungan adat Sumba akan Anda dapati batu megalitik yang memiliki banyak fungsi seperti penanda maupun kuburan adat.

Bila tergiur menikmati nuansa Afrika seperti film-film yang telah Anda tonton, sempatkanlah ke Sumba. Daerah di Indonesia yang memiliki berjuta potensi wisata yang bisa dijadikan relaksasi bagi Anda yang sedang jenuh dan sumpek. Pastikan sesuaikan tujuan dengan musim agar tidak menyesal. Misalnya ingin menikmati ala Afrika, datanglah di musim kemarau.

Penampakan hewan yang akan berkeliaran di sabana sendiri bukan didominasi hewan pemangsa yang patut ditakuti. Masyarakat Sumba sengaja melepaskan hewan ternak di alam bebas menjadikannya aksesoris pendukung bagi panorama sabana.