Pulau sumba memang terkenal dengan daerah wisata yang masih alami dan keindahannnya tidak perlu diragukan lagi. Selain tempat wisata yang alami, masyarakat pulau sumba juga masih memegang erat dan budayanya sehingga tidak heran jika anda berkunjung ke pulau sumba, anda akan melihat banyak sekali bangunan banguanan yang berdiri menggunakan bahan bahan alami seperti kayu dan batu yang dimana bangunannya terlihat unik seperti bangunan bangunan pada jaman megalitikum.

Rumah-rumah tersebut biasanya dikenal dengan istilah Rumah Budaya. Rumah Budaya tertsebut didirikan oleh seseorang yang bernama Peter Robert Ramone yakni seorang Pastor yang berasal dari dari (Conggregatio Sanctismi Redeptoris).

Untuk mendapatkan informasi lebih jelas mengenai kebudayaan dari Pulau Sumba anda dapat mengunjungi salah satu loasi yaitu Sumba Cultiral Reserch and Conservation Institure yang merupakan suatu lembaga khusus studi tentang pelestarian Budaya Pulau Sumba di daerah Kab Sumba Barat Daya, Jl. Rumah Budaya No 212 Kalembu Nga’banga Weetabula.

Ketika anda berkunjung ke Rumah Budaya Sumba hal pertama yang akan anda lakukan yaitu memukul tambur sebanyak tiga kali sebagai simbol ucapan salam kepada leluhur yang selanjutnya perjalanan anda akan dipandu oleh manager dari Rumah Budaya Sumba yang terkadang juga dipandu langsung oleh Pater Robert sendiri yang akan menjelaskan mengenai benda benda yang ada di dalam museum seperti asal, tahun dan siapa pemilik awalnya dan lain sebagainya.

Adanya rumah budaya sumba dibangun untuk mempertahankan budaya dan adat dari pulau sumba seperti yang dikatakan oleh Pater Robert yaitu untuk mengembalikan Sumba ke hakikinya yang dimana Sumba telah kehilangan akar dari budaya disebabkan masuknya agama lain, dan juga kemajuan zaman, yang termasuk juga perkembangan teknologi pada saat ini.