Waktu yang pas untuk mengunjungi Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), pastinya saat cuaca cerah. Sesuai dengan destinasi unggulan Sumba seperti sabana bak Afrika, menikmati terbit dan tenggelamnya matahari, dan menikmati milky way, semua itu hanya dinikmati saat musim kemarau dengan langit cerah tak berawan.

Musim kemarau juga akan memudahkan untuk yang ingin berkunjung ke air terjun yang tersembunyi di rimba Sumba. Jalur tracking tidak akan terlalu susah, dan kondisi kolam air terjun dapan dinikmati tanpa takut level airnya mendadak meninggi. Sebaiknya korelasikan antara jadwal liburan ke Sumba, serta kondisi cuaca.

Cuaca di Sumba Setiap Tahunnya

Cuaca Sumba

Setiap tahun layaknya daerah tropis di bagian Indonesia lainnya, Sumba juga memiliki dua musim, hujan dan kemarau. Sebagai pulau kecil, perpindahan musim biasanya mengakibatkan cuaca ekstrim di beberapa daerah, mengakibatkan beberapa destinasi wisata tidak dapat dikunjungi. Bahkan cuaca ekstrim pernah merusak destinasi wisata, yang membuat destinasi di tutup sementara waktu.

Cuaca cerah saat musim kemarau di Sumba biasanya terjadi di bulan Mei sampai Juli,. Anda akan mudah menikmati terbit dan terbenamnya matahari dari bukit sabana maupun dari pantai. Kondisi masyarakat pun cenderung dinamis pada musim ini, sebab tidak terlalu banyak ancaman alam yang ditakutkan.

Pada musim kemarau semua akses transportasi menuju ke Sumba pun cenderung lancar, langit yang cerah dan gelombang laut yang cenderung stabil. Jalan menuju destinasi tersembunyi tidak terlalu berat. Debit air terjun juga stabil sehingga cocok untuk bermain air bagi Anda pecinta air terjun Sumba.
Sedangkan pada bulan Oktober dan November sudah masuk ke musim hujan, dua bulan tersebut biasanya sabana sudah berubah warna menjadi sangat subur bak lapangan luas yang berbukit-bukit seperti pemandangan yang biasa dilihat di film anak little krisna.

Sangat tidak disarankan pergi ke Sumba pada saat setiap pergantian musim, sebab cuaca yang gampang berubah dan tidak terprediksi. Bagi yang ingin menghabiskan waktu liburan yang cukup lama di Sumba khususnya bagi para peneliti, kondisi cuaca sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Asalkan akses transportasi tidak ada gangguan.

Tips Wisata ke Sumba Berdasarkan Cuaca

Kapapun kedatangan Anda di Sumba, banyak destinasi yang tetap bisa dinikmati bagaimanapun cuaca dan musimnya.

Pantai Sumba

Di manapun, menikmati pantai pasti saat caca cerah di musim kemarau. Anda bisa menikmati terbit dan tenggelamnya matahari tanpa halangan awan maupun mendung. Sehingga bagi yang ingin menikmati pantai, datanglah di musim kemarau. Bila beruntung di malam hari pun Anda bisa menikmati Milky Way yang epik.

Sabana Sumba

Sebagai destinasi unggulan, sebenarnya sabana Sumba bersahabat di berbagai musim tinggal disesuaikan dengan kebutuhan wisatawannya. Bila Anda ingin menikmati nuansa bak Afrika ya datanglah ketika kemarau. Menyaksikan hamparan sabana, ilalang yang luas, hewan ternak yang berkeliaran, dan panorama alam lainnya.

Apabila Anda lebih gemar melihat hamparan sabana berwarna hijau subur kunjungilah Sumba di musim penghujan, pemandangannya pun tidak kalah indah dibanding musim kemarau. Perbedaan 180 derajat ini masih mampu menakjubkan mata. Seperti latar film-film luar negeri yang Anda tonton khususnya yang mengambil setting di Eropa, saban hijau juga memiliki efek tersebut.

Hewan ternak etap berkeliaran bebas, bahkan bila di musim penghujan dengan kondisi rumpur segar lebih nampak gairah fauna yang melahap makannya atau bermain-main dengan temannya.

Perkampungan Adat
Bagaimanapun perkampungan adat akan berfungsi seperti layaknya kampung lain di daerah manapun. Pada suasana musim kemarau maupun musim hujan, perkampungan adat tetap menyajikan keeksotisan etniknya.

Poin intinya, sesuaikan dengan kebutuhan kunjunga Anda ke Sumba. Gali informasi cuaca yang sedang terjadi di Sumba, dalam hal ini bisa mengandalkan informasi resmi dari BMKG. Apabila peringatan cuaca ekstrim keluar, jangan sampai melanggar peringatan tersebut apabila mendesak ya silahkan. Bagaimanapun, di musim apapun, Sumba tetaplah Sumba, potongan surga yang tercipta di semesta.